Sebagai orang
Indonesia tentunya mengenal kota Jakarta sebagai ibukota negara ini. Kota
berpenduduk 12 juta jiwa ini merupakan sasaran penduduk dari segala penjuru
Indonesia untuk mencari nafkah. Mereka cenderung menjadikan Jakarta sebagai
ladang mencari pekerjaan dengan mempertimbangkan gaji penghasilan yang lebih
besar ketimbang di wilayah propinsi lain di Indonesia. Hal tersebut dapat
dipahami mengingat Jakarta merupakan kota metropolitan yang berkembang sangat
cepat.
Sejarah Jakarta – Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia
ke Jakarta
Dibalik keruwetan dan kepadatan kota jakarta, sejarah
jakarta dimulai sekitar 5 abad yang lalu yang diawali pada sebuah bandar
kecil didaerah sungai Ciliwung. Kota ini belum bernama Jakarta kala itu, namun
sudah dikenal sebagai kota tempat melakukan aktivitas perdagangan yang ramai.
Informasi pasti yang mengungkapkan sejarah jakarta
lebih jauh sangat sedikit namun dapat ditemui pada prasasti pada masa lalu.
Pada abad-16 ketika orang eropa (portugis) mulai datang ke
nusantara ini, terdapat penulis eropa yang memberi nama daerah yang masih asing
ini dengan sebutan ‘kalapa’ .Kalapa yang dimaksud persisnya merujuk kepada
bandar terbesar pada jaman kerajaan Hindu yang dikenal dengan nama ‘Sunda’ yang
berada kurang lebih 40 km di daerah yang masih berupa pedalaman (diperkirakan
berada di kota Bogor saat ini).
Ketika pertama kali menjajaki kota ‘kalapa’ ini, rombongan
orang eropa yang merupakan orang portugis diserang oleh seorang pemuda yang
bernama Fatahillah. Nama ini yang kemudian dijadikan sebuah nama jalan
dan museum yang sangat terkenal bagi penduduk jakarta. Pemuda ini berasal dari
kerajaan yang berkuasa didaerah Kalapa kemudian merubah sebutan ‘Sunda’ dan
‘Kalapa’ (Sunda Kelapa) menjadi Jayakarta yang memiliki arti ‘Kemenangan
yang tercapai‘ pada tanggal 22 Juni 1527. Peristiwa tersebut lah yang
akhirnya menjadi tonggak kelahiran atau ulang tahun kota jakarta setiap
tahunnya.
Seriring dengan perkembangan waktu, orang-orang belanda
masuk dan menguasai nusantara pada abad-16 juga turut menguasai Jayakarta
pada masa itu sehingga nama Jayakarta diubah menjadi Batavia. Penamaan kata
Batavia oleh orang belanda didasari oleh adanya kemiripan dengan keadaan di
negeri Belanda pada masa itu yang masih banyak terdapat rawa-rawa. Orang
belanda mulai membangun kanan, bendungan dan pengairan untuk mencegah banjir.
Mereka juga membangun kota Batavia ini termasuk dengan balai kota sebagai pusat
/ markas utama mereka saat itu. Adapun Balai Kota ini masih berdiam dan menjadi
bukti sejarah jakarta hingga saat ini yang kemudian dikenal dengan nama
Museum Benteng Fatahillah.
Pembangunan kota oleh orang belanda lebih cenderung
berkembang kearah selatan Batavia ( Jalur Jakarta Pusat ke Selatan saat ini ).
Perkembangan yang maju secara cepat membuat lingkungan kota menjadi cepat rusak
sehingga membuat pimpinan Belanda saat itu harus memindahkan kegiatan
pemerintahaan ke lokasi yang lebih tinggi yang bernama Weltervreden. Kekuasaan
belanda ini terus bertahan hingga awal abad-20 ketika semangat nasionalisme
Indonesia mulai dikobarkan oleh sekelompok mahasiswa di Batavia.
Ketika Jepang masuk ke nusantara dan berhasil menduduki
nusantara pada tahun 1942 – 1945, nama Batavia diubah oleh orang Jepang menjadi
Jakarta. Kota ini yang akhirnya menjadi tempat pertama dibacakan proklamasi
kemerdekaan RI dengan pengibaran bendera merah putih oleh Ir. Soekarno pada
tanggal 17 Agustus 1945 setelah Jepang menyerah tanpa syarat selepas dibomnya
kota Hiroshima dan Nagasaki oleh sekutu dan Indonesia mendapatkan kedaulatan
secara resmi pada tahun 1949 serta menjadi anggota Perserikatan Bangsa – Bangsa
(PBB) pada tahun 1966 dengan memasukkan Jakarta sebagai ibukota resmi.
Hal tersebut mendorong pemerintahan untuk berfokus dalam
membangun pusat perekonomian di kota jakarta ini seperti gedung-gedung
pemerintahaan, kedutaan negara sahabat. Ibukota jakarta terus berkembang
sebagai kota metropolitan yang modern hingga saat ini.
Sejarah Jakarta – Urutan Peristiwa Penting
- Abad-14 – Bernama Sunda Kelapa yang merupakan nama pelabuhan kerajaan Padjajaran
- Abad-15 – Orang Eropa pertama masuk ke melalui pelabuhan yang disebut ‘Kalapa’ (Sunda Kelapa)
- Tanggal 22 Juni 1527 – Fatahillah mengubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta
- Tanggal 4 Maret 1621 – Belanda membentuk pemerintahan pertama di Jakarta dengan nama Stad Batavia
- Tanggal 1 April 1905 – Dari Stad Batavia berubah menjadi Gemeente Batavia
- Tanggal 8 Januari 1935 – Dari Gemeente Batavia berubah nama lagi menjadi Stad Gemeente Batavia
- Tanggal 8 Agustus 1942 – Nama Batavia diubah oleh orang jepang menjadi Jakarta Toko Betsu Shi
- Bulan September 1945 – Oleh pemerintahan Indonesia diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta
- Tanggal 20 Februari 1950 – Pada masa Pre Federal berubah nama kembali menjadi Stad Gemeente Batavia
- Tanggal 24 Maret 1950 – Nama Stad Gemeente Batavia berubah nama menjadi Praja Jakarta
- Tanggal 18 Januari 1958 – Nama Praja Jakarta diperbaharui menjadi Kota Praja Djakarta Raya
- Tahun 1961 – Tahun pertama dibentuknya Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (berdasarkan PP No. 2 tahun 1961 jo. UU No. 2 PNPS 1961)
- Tanggal 31 Agustus 1964 – Secara resmi dalam UU No.10 tahun 1964 dinyatakan sebagai Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya dengan nama Jakarta
- Tahun 1999 – Sebutan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta berubah menjadi lebih singkat menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (berdasarkan UU no. 34 tahun 1999) dengan pembagian 5 kotamadya dan satu kabupaten administrative kepulauan seribu.
- Tahun 2007 – Berdasarkan UU No.29 tahun 1997, nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berubah menjadi Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga saat ini.

0 komentar:
Posting Komentar